Pemerintah Percepat Pembangunan Huntara dan Huntap di Sumatera, Target Pengungsi Tenda Berkurang Sebelum Idulfitri 2026

MediaNusantaraNew.Com

Jakarta, MediaNusantaraNews.com – Pemerintah terus mempercepat penanganan pengungsi pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Pulau Sumatera. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah meningkatkan pemanfaatan hunian sementara (huntara) serta menyalurkan bantuan dana tunggu hunian (DTH) bagi warga terdampak yang belum dapat menempati rumah baru.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera saat ini tengah mendorong berbagai upaya agar para penyintas segera berpindah dari tenda pengungsian ke huntara yang telah disediakan pemerintah.

Langkah percepatan ini terutama difokuskan untuk mengurangi jumlah warga yang masih bertahan di tenda pengungsian akibat bencana yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 10 Maret 2026, pembangunan huntara di tiga provinsi tersebut telah mencapai 14.725 unit dari total target 18.697 unit. Artinya, progres pembangunan hunian sementara telah menyentuh sekitar 78 persen.

Wilayah Aceh tercatat menjadi daerah dengan pembangunan huntara terbanyak. Hingga kini, sebanyak 12.926 unit telah rampung dari target 16.847 unit atau sekitar 76 persen.

Sementara itu, di Sumatera Utara pembangunan huntara telah mencapai 969 unit dari target 1.020 unit, dengan tingkat penyelesaian sekitar 95 persen. Adapun di Sumatera Barat, seluruh target pembangunan sebanyak 830 unit telah selesai dibangun sehingga progresnya mencapai 100 persen.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai melakukan pembangunan hunian tetap (huntap) secara bertahap sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat terdampak. Data per 9 Maret menunjukkan sebanyak 1.463 unit huntap sedang dalam tahap pembangunan dari total rencana 36.669 unit. Selain itu, enam unit huntap telah selesai dibangun.

Selain pembangunan hunian, pemerintah juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian bagi warga yang memilih tidak menempati huntara. Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan atau total Rp1,8 juta untuk setiap kepala keluarga.

Saat ini penyaluran bantuan tersebut telah mencapai 100 persen kepada 12.771 penerima di tiga provinsi terdampak. Rinciannya, sebanyak 6.846 penerima berada di Aceh, 4.162 penerima di Sumatera Utara, dan 1.763 penerima di Sumatera Barat.

Program pembangunan hunian serta penyaluran bantuan ini terbukti mulai menurunkan jumlah warga yang masih bertahan di tenda pengungsian. Berdasarkan data Satgas PRR per 9 Maret, jumlah pengungsi di tenda mengalami penurunan cukup signifikan.

Pada 8 Maret tercatat sebanyak 2.300 kepala keluarga masih berada di tenda pengungsian. Sehari kemudian jumlahnya turun menjadi 1.872 kepala keluarga atau berkurang sebanyak 428 kepala keluarga, yang setara dengan sekitar 5.963 jiwa.

Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, menegaskan pemerintah menargetkan jumlah pengungsi yang tinggal di tenda dapat terus berkurang menjelang Idulfitri 2026.

Menurutnya, berbagai tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi akan terus dipercepat agar masyarakat terdampak segera menempati hunian yang lebih layak.

“Pengungsi di tenda akan terus berkurang hingga Idulfitri mendatang. Kami optimistis para penyintas akan segera menempati huntara sehingga ke depan tidak ada lagi warga yang harus tinggal di tenda pengungsian,” ujar Amran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (9/3/2026).

(Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *