MediaNusantaraNew.com
Jakarta – Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kekhawatiran publik terhadap potensi gangguan pasokan energi global dinilai tidak perlu disikapi dengan panic buying.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa ketersediaan BBM di dalam negeri masih dalam kondisi aman. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi internasional sekaligus memastikan distribusi energi tetap berjalan normal.
Menurut Bahlil, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM meskipun konflik di kawasan Timur Tengah semakin memanas, khususnya ketegangan antara Iran dan Israel yang juga melibatkan Amerika Serikat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying karena stok BBM nasional masih aman,” kata Bahlil saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat malam (6/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memang memiliki keterbatasan dalam kapasitas penyimpanan minyak. Sejak lama, kemampuan penampungan atau storage minyak nasional hanya mampu menampung cadangan sekitar 25 hari.
“Kemampuan storage tempat penampung minyak kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya itu hanya 25 hari. Jadi tempat penyimpanan kita sekitar 25 hari,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah tetap memastikan pasokan energi nasional berada dalam pengawasan yang ketat. Distribusi BBM akan terus dijaga agar kebutuhan masyarakat, sektor transportasi, hingga industri tetap terpenuhi.
Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika global yang tidak menentu. Selain itu, langkah antisipasi juga terus disiapkan agar kondisi pasar energi dalam negeri tetap terkendali.
Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak. Dengan pengelolaan distribusi yang baik serta pengawasan yang berkelanjutan, pemerintah optimistis kebutuhan energi nasional dapat tetap terpenuhi tanpa harus menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. ( TimRed )









