Anggaran Pendidikan Melejit, Pemerintah Targetkan 60 Ribu Sekolah Direvitalisasi di Tahun 2026

Berita, Headline31 Dilihat

MediaNusantarNew.Com

Jakarta – Pemerintah menunjukkan komitmen besar dalam memperbaiki kualitas pendidikan nasional dengan menyiapkan tambahan anggaran jumbo sebesar Rp89,5 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat revitalisasi puluhan ribu sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2026.

Program yang dikenal sebagai Revitalisasi Satuan Pendidikan (Rapid) ini menjadi bagian dari agenda prioritas dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto. Target pembangunan pun mengalami lonjakan signifikan, dari sebelumnya hanya sekitar 11 ribu sekolah menjadi 60 ribu unit.

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa tambahan anggaran tersebut saat ini masih dalam tahap pengajuan melalui skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada Kementerian Keuangan. Menurutnya, langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak mengurangi anggaran pendidikan, melainkan justru memperkuatnya.

“Usulan tambahan Rp89,5 triliun masih dalam proses pengajuan ABT 2026 melalui Kementerian Keuangan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Lonjakan target ini sekaligus menjadi salah satu ekspansi terbesar dalam sejarah pembangunan sektor pendidikan di Indonesia. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 16 ribu sekolah, meningkat dari 10 ribu unit di tahun sebelumnya.

Tidak hanya fokus pada pembangunan ruang kelas, program revitalisasi juga mencakup perbaikan fasilitas pendukung seperti sanitasi, toilet, hingga lingkungan belajar yang sehat dan layak. Hal ini dinilai penting karena aspek tersebut selama ini sering luput dari perhatian.

Dari sisi progres, capaian pembangunan juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga Maret 2026, lebih dari 16 ribu sekolah telah berhasil diselesaikan dari total target tahun sebelumnya, menyisakan hanya sebagian kecil proyek yang masih dalam tahap akhir pengerjaan.

Baca juga: Transjakarta Buka Rute Baru Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, Permudah Akses Masyarakat Jabodetabek

Selain meningkatkan kualitas pendidikan, program ini juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Skema swakelola yang diterapkan membuka peluang kerja baru serta mendorong pertumbuhan sektor konstruksi di berbagai daerah.

Dengan langkah agresif ini, pemerintah berharap tidak hanya mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan, tetapi juga menciptakan fondasi yang kuat bagi lahirnya generasi unggul di masa depan Indonesia. [ Tim Redaksi ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *