Bahlil: Stok BBM Aman Meski Harga Minyak Dunia Tembus US$100

Berita, Jakarta13 Dilihat

MediaNusantaraNew.Com

Jakarta – Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus angka US$100 per barel akibat memanasnya konflik di Timur Tengah memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan energi nasional. Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri tetap aman hingga periode Lebaran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan stok BBM nasional masih dalam kondisi cukup meskipun harga minyak global mengalami lonjakan.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil setelah memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan pemerintah menghadapi momentum Lebaran sekaligus dampak ketegangan geopolitik global terhadap sektor energi dan pangan.

Menurut Bahlil, pergerakan harga minyak dunia memang mengalami fluktuasi dalam beberapa hari terakhir. Setelah sempat melonjak tajam, harga kembali bergerak turun pada perdagangan terbaru. Meski begitu, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Ia memastikan kebijakan subsidi BBM tetap berjalan seperti biasa hingga Hari Raya Idulfitri.

“Untuk subsidi BBM sampai dengan hari raya insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa. Negara hadir untuk memastikan bahwa meskipun harga minyak mentah dunia naik, subsidi tetap sama,” ujar Bahlil.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Saya meminta masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena stok BBM kita cukup,” katanya.

Bahlil menjelaskan cadangan BBM nasional saat ini berada pada level yang aman. Dengan kapasitas penyimpanan yang tersedia, stok dapat menopang kebutuhan energi sekitar tiga hingga empat minggu ke depan.

“Stok BBM cukup dengan kapasitas storage penuh hingga sekitar 21 sampai 25 hari ke depan,” jelasnya.

Ia menambahkan, rantai pasok energi nasional masih berjalan normal. Aktivitas industri energi domestik tetap beroperasi, sementara proses impor minyak mentah tidak mengalami kendala berarti.

“Tapi itu kan dia pergi dan datang lagi. Industri kita jalan terus dan impor kita tidak ada masalah, apalagi dari Timur Tengah kita hanya impor crude minyak mentahnya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Pertamina. Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, memastikan perusahaan telah menyiapkan pasokan energi secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, stok BBM nasional dalam kondisi aman dan masyarakat tidak perlu terpengaruh oleh isu kelangkaan yang beredar.

“Terkait dengan stok, kami pastikan tidak ada masalah,” ujar Arya.

Pemerintah berharap kepastian pasokan energi ini dapat menjaga stabilitas ekonomi serta ketenangan masyarakat di tengah gejolak geopolitik global yang dipicu konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. (Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *