Dana BOS Nyaris Rp1 Miliar di SMAN 1 Air Naningan Jadi Sorotan, Renovasi Diduga Tak Sebanding Anggaran

Berita, Headline, Lampung86 Dilihat

MediaNusantaraNew.Com
Tanggamus — Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 1 Air Naningan kini menuai sorotan tajam publik. Sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Hairani itu disebut menerima anggaran hampir mencapai Rp1 miliar, namun kondisi fisik renovasi di lapangan dinilai jauh dari ekspektasi.

Sejumlah persoalan sebelumnya juga sempat ramai diperbincangkan di lingkungan sekolah. Mulai dari dugaan pungutan parkir kendaraan di depan sekolah, kepemimpinan yang disebut otoriter, pengelolaan pembangunan ruang kelas baru (RKB) yang diduga terpusat, hingga pos satpam yang dikabarkan sering kosong saat jam aktivitas sekolah berlangsung.

Kini perhatian publik mengarah pada penggunaan Dana BOS, khususnya anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana senilai Rp172.948.400. Besarnya nominal tersebut memunculkan tanda tanya setelah kondisi renovasi yang terlihat di sekolah diduga hanya berupa tambal sulam lantai laboratorium serta perbaikan sebagian plafon.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, pekerjaan yang tampak hanya penambalan lantai ruang LAB dan penggantian beberapa bagian plafon triplek. Bahkan disebut hanya sekitar enam lembar plafon yang diperbaiki. Kondisi itu membuat sejumlah pihak mempertanyakan rincian penggunaan anggaran yang dinilai tidak sebanding dengan hasil pekerjaan di lapangan.

Saat dikonfirmasi pada Selasa (12/5/2026), Kepala Sekolah Hairani tidak berada di sekolah. Klarifikasi kemudian disampaikan oleh humas sekolah bernama Wilis.

“Memang benar yang direnovasi lantai LAB dan plafon, kami juga mengganti keramik tiga ruang kelas,” ujarnya.

Namun penjelasan tersebut justru memunculkan dugaan baru. Awak media menilai lantai yang diperlihatkan pihak sekolah diduga merupakan pekerjaan lama yang sebelumnya sudah pernah dikerjakan pada tahun sebelumnya.

Situasi ini memicu pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana BOS di lingkungan sekolah. Masyarakat kini mendesak agar instansi terkait segera melakukan audit menyeluruh guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan anggaran pendidikan tersebut.

Warga berharap penggunaan Dana BOS benar-benar tepat sasaran dan tidak menyisakan polemik di tengah kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian ataupun dugaan penyimpangan, publik meminta aparat penegak hukum dan dinas terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

( Tim Redaksi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *