Kopi lampung

Lampung Barat Dorong Pengembangan Perkebunan Kopi Robusta, Petani Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

LIWA, LAMPUNG BARAT — Perkebunan kopi robusta terus menjadi salah satu sektor unggulan yang menopang perekonomian masyarakat Kabupaten Lampung Barat. Pemerintah daerah kini mendorong pengembangan ekosistem kopi secara lebih terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, serta kesejahteraan petani.

Oplus_131072

Lampung Barat dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta terbesar di Indonesia. Berdasarkan pemaparan program pengembangan ekosistem kopi robusta 2026–2030, daerah ini memiliki sekitar 36 ribu petani kopi dengan luas lahan kurang lebih 54 ribu hektare dan produksi sekitar 63 ribu ton per tahun.

Pengembangan perkebunan kopi tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga pada peningkatan mutu dan nilai tambah. Pemerintah daerah mendorong kerja sama antara petani, pemerintah, BUMD, pelaku usaha, akademisi, dan industri agar hasil perkebunan kopi Lampung Barat memiliki daya saing lebih kuat.

Salah satu upaya peningkatan produktivitas dilakukan melalui pengembangan kebun percontohan dan pembibitan kopi unggul di Kebun Induk Hanakau, Kecamatan Sukau. Di lokasi tersebut dikembangkan kopi robusta dan arabika sekaligus diterapkan berbagai metode budidaya dan perawatan tanaman.

Program pengembangan ekosistem kopi robusta Lampung Barat 2026–2030 juga diarahkan untuk memperkuat identitas kopi daerah. Pemerintah daerah berharap kopi yang berasal dari Lampung Barat semakin dikenal tidak hanya sebagai “Kopi Lampung”, tetapi juga memiliki identitas dan branding Kopi Lampung Barat.

Selain produktivitas, sejumlah tantangan masih perlu mendapat perhatian, antara lain pendataan petani, ketertelusuran produk, kemitraan dengan industri, serta peningkatan nilai tambah yang diterima petani.

Dengan potensi lahan, jumlah petani, dan produksi yang besar, penguatan sektor perkebunan kopi diharapkan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan seluruh pelaku usaha kopi menjadi kunci untuk membangun industri kopi Lampung Barat yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Liwa, Lampung Barat — 4 Agustus 2026

Wartawan: Yovan Sutami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *