Toprak Razgatlioglu Curi Perhatian di Tes MotoGP Sepang dengan Yamaha M1 Tanpa Sayap BelakangToprak Razgatlioglu Curi Perhatian di Tes MotoGP Sepang dengan Yamaha M1 Tanpa Sayap Belakang

Berita, Otomatif81 Dilihat

medianusantaranew.com, Toprak Razgatlioglu langsung mencuri perhatian pada hari pertama tes resmi MotoGP di Sirkuit Sepang. Pembalap asal Turki itu tampil berbeda saat menunggangi Yamaha M1 tanpa sayap belakang (rear wings), sebuah pemandangan yang terbilang tak lazim di era aerodinamika modern MotoGP.

Mengutip Crash, Razgatlioglu menjadi salah satu debutan paling disorot musim ini setelah mengamankan kontrak multi-tahun bersama Pramac Yamaha. Statusnya sebagai tiga kali juara World Superbike membuat kehadirannya di kelas premier mendapat perhatian besar.

Sebelum tampil di Sepang, Toprak sudah lebih dulu menjajal motor Yamaha bermesin V4 dalam tes tertutup pada akhir tahun lalu. Ia kemudian menjalani debut publiknya bersama Yamaha pada tes Valencia, November silam, serta ambil bagian dalam sesi shakedown di Sepang pekan lalu.

Namun, penampilannya pada hari pertama tes resmi kali ini menjadi sorotan tersendiri, terutama karena Yamaha memperkenalkan paket aerodinamika baru yang lebih agresif pada M1 sebagai bagian dari pengembangan motor mereka.

Meski salah satu motor yang digunakan Razgatlioglu tampak mengusung fairing depan dengan desain aero terbaru, motor tersebut tidak dilengkapi winglet belakang. Padahal, rear wings telah menjadi elemen standar di MotoGP sejak pertama kali diperkenalkan Ducati pada GP Inggris 2022 untuk meningkatkan downforce pada ban belakang, sebelum akhirnya diadopsi oleh seluruh pabrikan.

Absennya sayap belakang pada motor Razgatlioglu ternyata berkaitan erat dengan regulasi teknis. Dengan tinggi badan mencapai 185 cm, Toprak saat ini menjadi pembalap tertinggi di grid MotoGP. Penyesuaian setelan motor Yamaha dengan postur tubuhnya berpotensi membuat pemasangan rear wings melanggar batas ketinggian yang ditetapkan regulasi.

Dalam buku regulasi teknis MotoGP FIM, khususnya pada bagian bodi motor, disebutkan bahwa tinggi maksimum unit jok di bagian belakang pembalap tidak boleh melebihi 150 mm dari permukaan dasar jok, dengan metode pengukuran tertentu. Penambahan komponen atau tonjolan lain, termasuk sayap belakang, berisiko membuat motor Razgatlioglu melampaui batas tersebut.

Menariknya, Razgatlioglu sebenarnya sempat menggunakan winglet belakang saat menjalani tes awal bersama Yamaha pada musim dingin lalu. Namun kala itu, Yamaha masih dalam tahap menyesuaikan posisi duduk pembalap, dan potensi pelanggaran regulasi tidak dikenai sanksi selama sesi pengujian.

Sebagai perbandingan, Luca Marini yang memiliki tinggi badan 184 cm tetap menggunakan sayap belakang pada motornya. Situasi ini membuka peluang bagi Yamaha untuk mencari solusi teknis agar Razgatlioglu dapat kembali menggunakan winglet seiring berjalannya musim.

Penampilan Yamaha M1 tanpa sayap belakang di Sepang pun menjadi salah satu cerita menarik dari tes pramusim MotoGP, sekaligus menegaskan tantangan unik yang dihadapi Yamaha dalam mengakomodasi gaya balap serta postur tubuh Toprak Razgatlioglu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *